jimat69 jimathoki jimathoki kapuas88 kapuas88 kapuas88 kapuas88 kapuas88 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 ombak700 ombak700 ombak700 ombak700 ombak700 ombak700 ombak700 ombak700 ombak700 ombak700 ombak700 ombak700 ombak700 roket700 roket700 roket700 roket700 roket700 roket700

Perawatan Rambut ala Hijabers

Perawatan Rambut ala Hijabers

Aneh rasanya, tapi ini kenyataan: baru setelah rajin banget pakai hijab, saya jadi kepikiran soal perawatan rambut. Sebelumnya? Rambut gampang kelihatan, malah saya cuek. Nggak pernah kepikiran namanya masker, serum, apalagi hair tonic. Begitu kepala saya tertutup dua belas jam sehari, barulah muncul kecemasan yang telat banget. Kenapa rambut jadi lepek terus? Kenapa pas kerudung dibuka di rumah ada aroma apek yang bikin nggak nyaman? Dan jelang sore, kulit kepala rasanya gatal-gatal kayak ada yang merayap.

Ternyata prediksi saya betul. Saya bukan satu-satunya. Hampir semua kawan di komunitas saya, yang notabenenya juga hijabers, punya cerita mirip. Kemudian, setelah kurang lebih lima tahun bolak-balik coba ini-itu—salah merek, salah technique, sampai masa di mana ketombe saya justru tambah parah gara-gara salah beli—saya menyimpulkan satu hal yang kelihatannya simple. Keindahan rambut versi hijabers bukan masalah barang mahal atau murah. semua kembali ke habit. Beberapa kebiasaannya benar-benar remeh sampai saya nggak sadar kalau justru itu yang menghancurkan rambutku pelan-pelan.


Sebelum masuk lebih jauh, satu kesalahpahaman benar-benar mau saya luruskan.

Kerudung sama al mau panjang Anda bukan dalang utama ket tidak al d kku terlalu dal pertengah makan waktu? a.

d itu h al untuk